sukhpi.org
Salah satu faktor yang menjadi penyebab kecelakaan pesawat udara Sukhoi
RRJ-95B Registrasi 97004 di Gunung Salak Bogor pada 9 Mei 2012 adalah
pilot yang menyepelekan peringatan Terrain Awareness Warning System
(TAWS).
"Terjadi pengalihan perhatian terhadap awak pesawat dari
percakapan yang berkepanjangan dan tidak terkait dengan penerbangan,
yang telah menyebabkan pilot yang menerbangkan pesawat tidak dengan
segera merubah arah pesawat ketika orbit dan pesawat keluar dari orbit
tanpa sengaja," demikian salah satu kesimpulan hasil investigasi Komite
Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang dipimpin oleh Prof
Mardjono.
Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan dua faktor
penyebab kecelakaan yang menewaskan 45 orang awak dan penumpang pesawat
buatan Rusia tersebut adalah awak pesawat tidak menyadari kondisi
pegunungan di sekitar jalur penerbangan yang dilalui dikarenakan
beberapa faktor dan berakibat awak pesawat mengabaikan peringatan dari
TAWS.
Jakarta Radar belum mampunyai batas ketinggiaan minimum pada
pesawat yang diberikan vector, yaitu perintah berupa arah yang
diberikan oleh pengatur lalu lintas udara kepada pilot pada layanan
radar. Selain itu Jakarta Radar belum dilengkapi MSAW yang berfungsi
untuk daerah Gunung Salak, karena daerah itu memang bukan lintasan
penerbangan komersial.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa
(18/12/2012) tantang menyebutkan, benturan seharusnya dapat dihindari
jika dilakukan tindakan menghindar (recovery action) sampai dengan 24
detik setelah peringatan TAWS yang pertama.
Comments
Post a Comment