TEMPAT HUNTING KEREN DI JAKARTA

Museum Taman Prasasti
Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang beradadi Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 propinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2  hektar ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau terutama karya para pematung, pemahat,kaligr
afer dan sastrawan. Di museum tersebut juga terdapat makan Soe Hok Gie.
Museum ini sering juga dijadikan lokasi foto prawedding serta hunting foto bagi para fotografer amatir maupun profesional, mulai dari pelajar, mahasiswa maupun sekolah khusus photografi.


Pelabuhan Sunda Kelapa
Pelabuhan Sunda Kelapa adalah sebuah pelabuhan dan yang terletak di kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Meskipun sekarang Sunda Kelapa hanyalah nama salah satu pelabuhan di Jakarta, daerah ini sangat penting karena di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa merupakan cikal-bakal kota Jakarta yang hari jadinya ditetapkan padatanggal 22 Juni 1527. Kala itu Kalapa, nama aslinya, merupakan pelabuhan kerajaan Pajajaran yang beribukota di Pakuan (sekarang kota Bogor) yang direbut oleh pasukan Demak dan Cirebon. Walaupun hari jadi kota Jakarta baru ditetapkan pada abat ke 16, sejarah Sunda Kelapa sudah dimulai jauh lebih awal, yaitu pada zaman pendahulu Pajajaran, yaitu kerajaan Tarumanagara. Kerajaan Tarumanagara pernah diserang dan ditaklukkan olehkerajaan Sriwijaya dari Sumatera.
Di lokasi ini jika kita datang pas disaat musim bersandarnya kapal, kita akan menyaksikan kapal-kapal besar yang terbuat dari kayu bersan
dar yang sedang bongkar muat. Lokasi tersebut juga sering dijadikan lokasi prawedding dan hunting foto bagi para pecinta fotografi.

Kota Tua
Kota Tua merupakan kawan bangunan-bangunan tua peninggalan Kolonial Belanda, dengan arsitekturseperti bangunan Eropa. Karena keindahan arsitekturnya tersebut, Kota Tua sering dijadikan lokasihunting foto oleh para photografer amatir maupun profesional.
Selain bangunannya yang memiliki nilai sejarah tinggi di sekitar Kota Tua juga terdapat beberapamuseum, seperti Museum Wayang, Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah dan masih banyaklagi. Untuk masuk ke museum tidak memerlukan biaya besar hanya, dewasa Rp2000, mahasiswa/pelajarRp1000 dan anak-anak Rp600.

Tugu Monumen Nasional
Tugu Monumen Nasional atau yang populer disingkat dengan Monas  adalah monument peringatan setinggi 132 meter (433 kaki) yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah pemerintahan presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975 Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Monumen Nasional terletak tepat di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB. Pada hari Senin pekan terakhir setiap bulannya ditutup untuk umum.
Karena lokasinya yang strategis, Monas sering dijadikan lokasi wisata bagi warga Jakarta, setiap hari libur atau Sabtu-Minggu lokasi tersebut selalu ramai. Dan setiap malam Minggu akan ada sajian air mancur joget/ airmancur dengan efek cahaya warna-warni yang indah, sedangkan di hari Minggu ke dua dan keempat setiap pagiselalu dipenuhi dengan warga Jakarta yang bersepeda.
Karena lingkungan yang indah dan asri, Monas juga sering dijadikan lokasi hunting foto.


  1. Taman Prasasti. Tempat yang merupakan bekas kuburan Belanda ini, memiliki berbagai macam bentuk nisan yang unik, yang akhirnya banyak disebut sebagai prasasti. Lokasi ini cocok untuk anda yang ingin memiliki tema foto gothic.
    TAMAN PRASATI – Nisan yang terdapat di Taman Prasasti, Jakarta. Kawsan Tempat ini merupakan bekas kuburan Belanda ini dan memiliki berbagai macam bentuk nisan yang unik/ flickr/ Muhammad Zamroni
  2. Kebun Raya Bogor . Walaupun sedikit keluar area Jakarta, Kebun Raya Bogor merupakan ‘lokasi hijau’ terbesar yang paling dekat dengan Jakarta. Kebun botani yang didirikan di samping Istana Gubernur Jendral di Bogor pada tanggal 18 Mei 1817 ini, menyimpan lebih dari 15.000 spesimen tanaman. Tempat yang asri dan hijau ini menyimpat banyak spot menarik untuk para fotografer landscape. KEBUN RAYA BOGOR – Air mancur yang terdapat di kawasan Kebun Raya Bogor. Kawasan yang dibangun pada 1817 ini menandai tegaknya kekuasaan Belanda dengan dimulainya kegiatan ilmu pengetahun Biologi di Indonesia/ flickr/ wijen
  3. Bundaran Hotel Indonesia. Tempat ini menjadi lokasi yang menarik untuk hunting foto di malam hari, apalagi bila anda ingin mencoba menggunakan lensa dengan kecepatan rendah. BUNDARAN HI- Kawasan bundaran HI atau Hotel Indonesia menjadi lokasi yang menarik untuk hunting foto di malam hari/ flickr/ Julian Firdaus
  4. Ancol. Area pinggir pantai dapat menjadi tempat yang seru untuk anda yang ingin mencoba mengabadikan saat matahari terbenam ataupun terbit. Selain itu, di area ini juga terdapat jembatan lengkung dan bekas kuburan Belanda yang patut anda coba sebagai objek maupun latar belakang foto. Ancol juga merupakan salah satu lokasi favorit para calon mempelai untuk foto ‘pra-nikah’ mereka.









    DERMAGA ANCOL- Area pinggir pantai di Ancol sering dijadikan tempat yang seru untuk para fotografer yang “hunting” foto/ flickr/ Chandra Marsono
  5. Taman Suropati. Taman yang berlokasi di kecamatan Menteng, Jakarta Pusat berbentuk oval dengan luas 16,322 m2 ini, merupakan sudut hening dari hingar bingar Jakarta. Taman ini dikelilingi oleh beberapa bangunan kuno yang masih terawat.  Di taman ini terdapat beberapa patung modern karya artis-artis Asean, yang pada akhirnya memberikan sebutan lain bagi taman ini yaitu “Taman Persahabatan Seniman Asean”. TAMAN SUROPATI- Kawasan Taman Suropati, Jakarta, merupakan salah satu sudut hening di hingar bingar kota. Kawasan ini dikelilingi oleh beberapa bangunan kuno yang masih terawat.

Comments