Berawal dari rencana menjadi
kenyataan, kami (berdelapan) sampai di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali
sembari menunggu subuh untuk menuju ke Pelabuhan Sanur. Tepat pukul 05.30, kita
berangkat ke Pelabuhan Sanur untuk menikmati sunrise dan mencari fastboat menuju ke Nusa Penida. Harga tiket
fastboat dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Penida yaitu Rp75.000, berangkat pukul
7.30 dan waktu tempuh 45 menit.
Waktu menunjukkan pukul 09.00,
kami tiba di di Pelabuhan Nusa Penida. Belum terlihat keindahan Nusa Penida. Di
Nusa Penuda, kita dapat menyewa motor atau mobil untuk tour ke seluruh tempat.
Berbagai macam tawaran harga sewa motor atau mobil. Kamipun menyetujui untuk
menyewa mobil demi kebersamaan dan kekeluargaan. Sewa mobil juga sudah termasuk
sewa tour guide dan bahan bakar, jadi tidak perlu takut untuk tersesat.
Mobil sudah siap, traveling siap
dimulai. Tour Guide menjelaskan wisata yang ada di Nusa Penida. Terbagi menjadi
3 Bagian, yaitu Bagian Barat, Timur, dan Selatan. Paket sewa mobil kami hanya
mencakup Nusa Penida Bagian Barat dan dan Bagian Timur.
Perjalanan pertama, kami memilih
Nusa Penida Bagian Barat karena ingin mengejar Sunset. Suasana di daerah
tersebut sangatlah tentram, bebas polusi, dan damai. Masyarakat setempatpun
juga ramah.
Lokasi pertama yang kami kunjungi
adalah Kelingking Beach. Untuk menuju kesana membutuhkan 1 jam 45 menit untuk
sampai di Kelingking Beach. Keadaan jalan, beberapa jalan cukup mulus namun
sempit untuk dilalui dua mobil. Sesampai di Kelingking Beach, kami masih
bingung, dimanakah lokasi pantainya berada. Dan ternyata, kita harus turun
berjalan kaki untuk menemui pantai tersebut.
“Masya Allah”. Itu adalah kata
pertama yang kami ucapkan saat melihat keindahan pantai tersebut. Dengan warna
pantai yang bergradasi hijau toska, biru muda, dan biru tua dihiasi dengan
pasir putih. Bentuk bukit juga sangat unik seperti dinasaurus “T-Rex on Nusa
Penida”. Begitu indah pantai tersebut. Seakan kami ingin berenang disana. Namun
keterbatasan waktu yang kami harus kejar ke destinasi lain, kami tidak sempat
untuk menikmati pantai eksotis.
Kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Broken Beach. Broken Beach sering masuk ke majalah traveling dan majalah maskapai. Tidak heran kenapa bisa dipublish di majalah tersebut. Sesampai disana, Terbentang lautan luas dengan ombak yang keras menghantam tebing Broken Beach. Warna airnya juga hijau toska dipadupadankan dengan biru tua. Keunikannya yaitu terdapat bolongan di antara tebing sehingga dinamakan Broken Beach. Sungguh memanjakan mata ketika melihat wisata pantai di Nusa Penida.
Tidak jauh dari Broken Beach, kami menuju ke Angel Billabong, destinasi kolam alami dibibir laut. Kita bisa berenang di sana. Airnya sangat jernih, ditambah dengan batu karang yang berlubang lubang menambah keindahan alam Angel Billabong.
Tak hanya itu, Nusa Penida Bagian Barat masih terdapat wisata pantai yang menjadi spot terbaik untuk melihat sunset. Mengingat tujuan utama yaitu sunset. Nama destinasinya adalah Crystal
Bay. Sebuah pantai yang luas dengan ombak yang teratur yang ditengahnya
terdapat tebing yang memperindah saat sunset tiba. Pasirnya putih, keadaan
segitar belum tersemar dengan sampah, terdapat fasilitas tempat berjemur atau
tempat beristirahat sembari menunggu sunset tiba.
Pukul 18.00, waktu yang sangat
tepat untuk melihat sunset. Matahari turun tepat ditengah-tengah pantai dan
disamping tebing. Tak menghabiskan moment yang indah, semua wisatawan yang
berkunjung mengabadikan foto sunset. Warna orange, ditambah keunguan menambah
indahnya sunset di Crystal Bay.Bagi Saya, mengunjungi Nusa Penida Bagian Barat, hukumnya wajib bagi kaum traveler. No other place like that. Sekedar info, Nusa Penida adalah salah satu lokasi pantai terindah yang ada di Indonesia dan kalian harus melihatnya. Jadi tempat tersebut paling banyak di buru oleh photographer untuk dimuat dalam majalah traveling atau semacamnya.








Comments
Post a Comment